Sabtu, 26 Mei 2012

Cinta? (part 4)

"Dia itu anugerah. Aku beruntung bisa mendapatkannya"

"ca, ko nangis sih?"
"eh, apaan engga" bantahku
"itu buktinya ada air mata jatuh di pipi kamu" fino menyeka air mataku, uh dia sangatlah so sweet.
"aku nangis itu karena bersyukur tau" ucapku
"em masaaaaa" ucap fino, si ganteng ini memang menyebalkan.
"finoooooooooooooo" teriakku
"apaaaaaa risyaaaaa" fino tertawa.
"nyebelin banget." ucapku pura-pura bete.
"bete? yah ko bete sih, jangan bete donggg beli eskrim yu" fino merangkulku, ah indahnya hari ini.
"ga" singkat, tapi jelas.
"ko engga sih. jangan bete gitu dong. kan cuman bercanda doang"
"becanda gayaaaa" ucapku sambil berlari.
"risyaaaaaaaaa" ucap fino berteriak.

Kami menyelusuri trotoar sambil memakan eskrim. Menikmati langit cerah di sore hari. Memberikan kehangatan pada sepasang remaja sma. Ah, andai saja aku bisa memperlambat waktu. Ingin aku bersama fino seharian. Tapi rasanya tak mungkin. Aktivitasku dengan fino samalah sibuknya. Kami brhenti sejenak. Ku alihkan mataku pada sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Aku membayangkan, Bagaimana jika itu terjadi kepadaku? bagaimana jika suatu saat nanti, aku akan mengalami hal yang serupa? pasti aku akan sangat bingung untuk melakukan apa. dan ketika aku melirik ke arah fino..........

"fin?" ucapku
"ha? eh apa ca?" ucap fino bingung
"serius amat sih, laper apa doyan?"
"ih nyebelin yaaaa" fino mencubit hidungku
"awwww sakit tauuuu"
"hehehe maaf atuh sayang" kata fino. genit. aku mengeluarkan tissue dari tas ku.
"makanya, kalau makan jangan belepotan. kayak anak kecil kan" segera aku menghapus eskrim yang berceceran disekitar mulut dan pipi fino.
"saking bahagianya makan eskrim sama tuan putri, jadi aja gini" fino menatapku, kemudian tersenyum.
"fin, kamu tuh selalu bisa bikin aku hangat berada disamping kamu. tapi aku? mungkin aku gabisa bikin kamu hangat berada disamping aku. aku ngerasa aku gagal jadi apa yang kamu mau fin" ucapku dengan suara terbata bata
"ca, sekecil apapun usaha kamu, aku bakal bahagia ko" ucapnya sambil tersenyum, tepatnya senyuman paling manis.
"hehe love you fin" kutatap matanya, sungguh terasa kehangatannya tuhan.
"love you too ca" tersenyum, sangat manis.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Aku harus segera pulang. karena ibu pasti akan marah-marah. aku di antar pulang bersama fino. betapa baiknya hati dia tuhan. dia mengantarkanku tepat didepan pagar rumahku. dia juga berpamitan dengan ibuku. senang rasanya mempunyai kekasih seperti fino. aku beruntung. sangat beruntung. terimakasih yaAllah. kau memang segalanya.

Ya, hari ini memang indah. Tepatnya, sangat indah bagiku. Berbicara dengan fino membuat hatiku tenang. aku hangat berada disampingnya. seperti jaket wol menyelimuti tubuhku. Tertawa dengan fino membuat aku selalu ingin berada disampingnya. Menatap kedua bola matanya. Indah senyumnya. Kedua tangan lembut yang selalu meyeka air mataku, membuat aku selalu merindukannya. Semua tentangnya, sangatlah indah.


To be continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar