"Dia itu anugerah. Aku beruntung bisa mendapatkannya"
"ca, ko nangis sih?"
"eh, apaan engga" bantahku
"itu buktinya ada air mata jatuh di pipi kamu" fino menyeka air mataku, uh dia sangatlah so sweet.
"aku nangis itu karena bersyukur tau" ucapku
"em masaaaaa" ucap fino, si ganteng ini memang menyebalkan.
"finoooooooooooooo" teriakku
"apaaaaaa risyaaaaa" fino tertawa.
"nyebelin banget." ucapku pura-pura bete.
"bete? yah ko bete sih, jangan bete donggg beli eskrim yu" fino merangkulku, ah indahnya hari ini.
"ga" singkat, tapi jelas.
"ko engga sih. jangan bete gitu dong. kan cuman bercanda doang"
"becanda gayaaaa" ucapku sambil berlari.
"risyaaaaaaaaa" ucap fino berteriak.
Kami menyelusuri trotoar sambil memakan eskrim. Menikmati langit cerah di sore hari. Memberikan kehangatan pada sepasang remaja sma. Ah, andai saja aku bisa memperlambat waktu. Ingin aku bersama fino seharian. Tapi rasanya tak mungkin. Aktivitasku dengan fino samalah sibuknya. Kami brhenti sejenak. Ku alihkan mataku pada sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Aku membayangkan, Bagaimana jika itu terjadi kepadaku? bagaimana jika suatu saat nanti, aku akan mengalami hal yang serupa? pasti aku akan sangat bingung untuk melakukan apa. dan ketika aku melirik ke arah fino..........
"fin?" ucapku
"ha? eh apa ca?" ucap fino bingung
"serius amat sih, laper apa doyan?"
"ih nyebelin yaaaa" fino mencubit hidungku
"awwww sakit tauuuu"
"hehehe maaf atuh sayang" kata fino. genit. aku mengeluarkan tissue dari tas ku.
"makanya, kalau makan jangan belepotan. kayak anak kecil kan" segera aku menghapus eskrim yang berceceran disekitar mulut dan pipi fino.
"saking bahagianya makan eskrim sama tuan putri, jadi aja gini" fino menatapku, kemudian tersenyum.
"fin, kamu tuh selalu bisa bikin aku hangat berada disamping kamu. tapi aku? mungkin aku gabisa bikin kamu hangat berada disamping aku. aku ngerasa aku gagal jadi apa yang kamu mau fin" ucapku dengan suara terbata bata
"ca, sekecil apapun usaha kamu, aku bakal bahagia ko" ucapnya sambil tersenyum, tepatnya senyuman paling manis.
"hehe love you fin" kutatap matanya, sungguh terasa kehangatannya tuhan.
"love you too ca" tersenyum, sangat manis.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Aku harus segera pulang. karena ibu pasti akan marah-marah. aku di antar pulang bersama fino. betapa baiknya hati dia tuhan. dia mengantarkanku tepat didepan pagar rumahku. dia juga berpamitan dengan ibuku. senang rasanya mempunyai kekasih seperti fino. aku beruntung. sangat beruntung. terimakasih yaAllah. kau memang segalanya.
Ya, hari ini memang indah. Tepatnya, sangat indah bagiku. Berbicara dengan fino membuat hatiku tenang. aku hangat berada disampingnya. seperti jaket wol menyelimuti tubuhku. Tertawa dengan fino membuat aku selalu ingin berada disampingnya. Menatap kedua bola matanya. Indah senyumnya. Kedua tangan lembut yang selalu meyeka air mataku, membuat aku selalu merindukannya. Semua tentangnya, sangatlah indah.
To be continued....
Sabtu, 26 Mei 2012
Rabu, 23 Mei 2012
------------------------
Aku tau dari lubuk hati kalian yang paling dalem itu ingin tau pake banget. Isitilahnya itu kepo banget sama cerita bersambung yang aku buat.
Aku tau itu
Aku tau ko...
Sebenernya aku itu udah mau ngelanjutin cerbung "Cinta?" tapi apadaya aku males banget nge post banyak banyak. maaf fans bukan maksud mengecewakan, tapi aku ini bukan mau mengecewakan kamu. tapi aku males sekali. penyakit manusia yang tak ada obatnya. huh. sekali lagi maafkan aku fans. dengan berat hati ini juga. asal kalian tau aja weh hp aku teh disita jadi aja aku teh gabisa menuliskan dulu di memopad ku tersayang<3 ih siah kangen hp aku:((((((( naha beut curhat aing teh:((( yaudahlah segitu dulu ajah. nanti dilanjutin da pasti!<3 anti harkos gue mah</3
fans...
aku....
selalu.......
sayang....
kamu.....
forever......
:-)
Aku tau itu
Aku tau ko...
Sebenernya aku itu udah mau ngelanjutin cerbung "Cinta?" tapi apadaya aku males banget nge post banyak banyak. maaf fans bukan maksud mengecewakan, tapi aku ini bukan mau mengecewakan kamu. tapi aku males sekali. penyakit manusia yang tak ada obatnya. huh. sekali lagi maafkan aku fans. dengan berat hati ini juga. asal kalian tau aja weh hp aku teh disita jadi aja aku teh gabisa menuliskan dulu di memopad ku tersayang<3 ih siah kangen hp aku:((((((( naha beut curhat aing teh:((( yaudahlah segitu dulu ajah. nanti dilanjutin da pasti!<3 anti harkos gue mah</3
fans...
aku....
selalu.......
sayang....
kamu.....
forever......
:-)
Sabtu, 19 Mei 2012
Waiting
Dari judulnya aja udah waiting. pasti tentang nunggu kan? yaiyalah.
aku nge posting ini tuh jam 10.
inget ya, jam 10
JAM 10!!!!!!!!
TAPI KAN BESOK LOMBA?!
emang gabakalan ngantuk ya._.
NGANTUK ATUH PASTI:'(
lagi nunggu apa sih emangnya
NUNGGU CERITA SESEORANG
emangna saha?
Naufal..
sare ih ayeuna keneh
enya bade:))
TAPI KALAU GA DITUNGGUIN NANTI GABAKALAN TAU CERITANYA ATUH?!
IYA MATAKAN DITUNGGUIN JUGA:'|
mending tidur da
ATUH DA PENASARAN:'(((((
yaudah tungguin aja ai ga cape mah:')
iya atuh iya...
muach. IDIOT LU!
LU JUGA!
OK
ditulis pada saat menunggu direct message dari naufal fitra nanda.
ditulis pada saat idiot mulai merasuk hingga ke jiwa.
ditulis juga pada saat mengantuk dan sakit perut yang tak tertahankan.
huh. menunggu itu melelahkan
ya, pasti.
aku nge posting ini tuh jam 10.
inget ya, jam 10
JAM 10!!!!!!!!
TAPI KAN BESOK LOMBA?!
emang gabakalan ngantuk ya._.
NGANTUK ATUH PASTI:'(
lagi nunggu apa sih emangnya
NUNGGU CERITA SESEORANG
emangna saha?
Naufal..
sare ih ayeuna keneh
enya bade:))
TAPI KALAU GA DITUNGGUIN NANTI GABAKALAN TAU CERITANYA ATUH?!
IYA MATAKAN DITUNGGUIN JUGA:'|
mending tidur da
ATUH DA PENASARAN:'(((((
yaudah tungguin aja ai ga cape mah:')
iya atuh iya...
muach. IDIOT LU!
LU JUGA!
OK
ditulis pada saat menunggu direct message dari naufal fitra nanda.
ditulis pada saat idiot mulai merasuk hingga ke jiwa.
ditulis juga pada saat mengantuk dan sakit perut yang tak tertahankan.
huh. menunggu itu melelahkan
ya, pasti.
Sabtu, 05 Mei 2012
Dear........:')
Dear someone who not loving me.
Hey kamu.
Kamu memang gak akan pernah tau beribu kata-kata yang ada di hati ini. Kamu memang gaakan pernah tau, apa yang aku rasakan jika kamu melakukan sebuah komunikasi sengaja maupun tak sengaja denganku. Aku sering melihatmu. Aku sering melihatmu dimana saja. Aku juga sering menatap kedua bola matamu walau sebenarnya kedua bola mata itu bukan tertuju padaku. Aku juga sering menunggu smsmu. Menunggu sapaanmu. Menunggu sesuatu yang sangat mustahil bagiku. Aku juga sering menulis sebuah kalimat bermakna yang menurut orang-orang mungkin sangatlah berlebihan. Aku sangat sering menganggap semua pesan singkat yang kau kirimkan padaku, semua itu serius. Aku juga sering melamunkan kamu. Aku sangat sering menceritakan beribu tentangmu pada sahabatku. Beribu banyak keseringan yang kubuat untukmu. Tapi, kau tak pernah tau. Kau sama sekali tidak tahu. Bahkan, kau tidak peduli, dan kau takmau peduli. Kau lebih memilih diam dan tidak berpikir berapa keseringan yang kubuat untukmu. Betapa seringnya hati ini berdebar pada saat ada dirimu. Betapa malunya aku jika semua teman temanku mendukungku agar aku bisa menjadi milikmu. Tapi aku sangat malu. Aku terlalu BERKHAYAL memilikimu lebih dari sekedar "teman". Maafkan aku. Aku terlalu bermimpi. Aku malu. Aku ini tak pantas untukmu. Semoga kamu membaca ini.
Ditulis pada saat menyerah menerima kenyataan.
From: Someone who loving you so much.
Hey kamu.
Kamu memang gak akan pernah tau beribu kata-kata yang ada di hati ini. Kamu memang gaakan pernah tau, apa yang aku rasakan jika kamu melakukan sebuah komunikasi sengaja maupun tak sengaja denganku. Aku sering melihatmu. Aku sering melihatmu dimana saja. Aku juga sering menatap kedua bola matamu walau sebenarnya kedua bola mata itu bukan tertuju padaku. Aku juga sering menunggu smsmu. Menunggu sapaanmu. Menunggu sesuatu yang sangat mustahil bagiku. Aku juga sering menulis sebuah kalimat bermakna yang menurut orang-orang mungkin sangatlah berlebihan. Aku sangat sering menganggap semua pesan singkat yang kau kirimkan padaku, semua itu serius. Aku juga sering melamunkan kamu. Aku sangat sering menceritakan beribu tentangmu pada sahabatku. Beribu banyak keseringan yang kubuat untukmu. Tapi, kau tak pernah tau. Kau sama sekali tidak tahu. Bahkan, kau tidak peduli, dan kau takmau peduli. Kau lebih memilih diam dan tidak berpikir berapa keseringan yang kubuat untukmu. Betapa seringnya hati ini berdebar pada saat ada dirimu. Betapa malunya aku jika semua teman temanku mendukungku agar aku bisa menjadi milikmu. Tapi aku sangat malu. Aku terlalu BERKHAYAL memilikimu lebih dari sekedar "teman". Maafkan aku. Aku terlalu bermimpi. Aku malu. Aku ini tak pantas untukmu. Semoga kamu membaca ini.
Ditulis pada saat menyerah menerima kenyataan.
From: Someone who loving you so much.
Cinta? (part 3)
Aku memaksakan bangun dari tempat tidurku dan beranjak pergi ke sekolah. Melangkahkan kaki ini secepat mungkin. 15 menit lagi bel akan berbunyi. Jika aku terlambat, aku bisa diomeli oleh guru bp yang kesal karena sudah ke 3x nya aku terlambat. Mungkin dia kesal menuliskan namaku terus. Habis mau bagaimana lagi?. Aku melangkah dengan cepat. Tak terkontrol bunyi jantung yang berdetak kelelahan. Tak ku hiraukan orang orang di sekellilngku. "Ah, akhirnya sebentar lagi sampai" batinku. Kakiku kelelahan. Keringat pun menetes disegala arah.
Akhirnya, aku masuk gerbang dengan waktu yang tepat. Setelah beberapa meter dari gerbang, aku mulai berjalan dengan santai. Walau sebenarnya guru-guru sudah memerintahkan aku agar cepat masuk kelas. Tapi.... entah mengapa, aku tidak bersemangat hari ini. Rasanya, ingin aku menerobis gerbang tadi dan beranjak pulang dan menghabiskan waktuku dirumah. Ah, aku ini kenapa sih. Sudahlah. Akhirnya aku mempercepat langkahku untuk masuk kelas.
Seperti biasa, aku duduk bersama nita. Sahabat yang menemaniku 3 tahun lamanya. Dan kini, kami sudah akan melaksanakan ujian nasional. Tak terasa, kini aku akan berpisah lagi dengannya. Dan itu juga artinya..... "ca?" suara itu membuyarkan lamunanku. "eh apa nit?" ucapku. "lo tuh kenapa sih ca, kerjaannya tuh bengong bengong dan bengong. aneh banget tauga. cepet kerjain tuh soal matematika, nanti lo kena marah lagi" cerocos nita. akupun mengerjakan soal matematika. tapi tetap saja pikiranku melayang entah kemana.
Aku masih kepikiran soal tadi, jika sebentar lagi aku akan ujian nasional.. itu juga berarti aku akan.... berpisah dengan fino. entah dimana dia akan melajutkan sekolahnya. entah dikota apa dia akan kuliah. entah di universitas apa dia akan sekolah. aaaaaaaaa ini kan baru 2 hari pacaran. kenapa aku udah sayang banget? aku gamau kehilangan fino. Tak terbayang jika aku bertemu seorang laki-laki yang lebih baik dari fino. begitupun sebaliknya. Semua pertanyaan ini membuatku pusing. Aku harus berbuat apa. Aku mencintai fino. Apakah rasa cinta fino padaku sama besarnya? entahlah.....
Hari ini harus ketemu fino. Harus.
Bel pun berbunyi. Aku segera pamit pada nita dan berjalan menuju jembatan sekolah kami. Ya, sekolah kami memang mengikuti gaya italia. Ada rialto bridge dan sungai dibawahnya. Sekolah kami juga mempunyai beberapa gondola. siapapun boleh meminjam gondola untuk sekedar bersantai. 15 menit aku berdiri disini. Tak ada tanda-tanda fino. Aku tanyakan pada semua orang yang lewat. Tetapi mereka bilang tidak tahu. Ku ambil ponselku dari dalam tasku. Aku mencoba menelfon fino. Dan kali ini diangkat.
"halo?"
"halo"
"kamu dimana fin?"
"aku di aula, tunggu sebentar ya"
"aku di jembatan, kesini dulu dong. bentar aja"
"aku mau kesana ko sayang"
Tak lama kemudian fino sudah berada disampingku. Tak terasa pula sekolah sudah sepi. "ini mendukung sekali" batinku. "em, maaf banget aku nyuruh kamu kesini. aku ganggu ga?" ucapku selembut mungkin. "ca, kapanpun kamu butuh, aku pasti bakal dateng. Kamu gapernah ganggu aku dan gaakan pernah ganggu aku ca. Karena kamu tau aku sayang sama kamu. Aku gamau kehilangan kamu. Aku bakal ada disamping kamu ca. Kapanpun. Dimanapun. Gabakalan ada yang berani ganggu kamu lagi ca." Sebuah kecupan mendarat di keningku. Fino memelukku. "Fin, lo tuh terlalu baik buat gue. Gue takut, pada akhirnya lo nyesel sama gue. gue takut fin, gue takut." batinku. Tak sengaja, setetes air kecil membasahi pipiku.
To be continued......
Akhirnya, aku masuk gerbang dengan waktu yang tepat. Setelah beberapa meter dari gerbang, aku mulai berjalan dengan santai. Walau sebenarnya guru-guru sudah memerintahkan aku agar cepat masuk kelas. Tapi.... entah mengapa, aku tidak bersemangat hari ini. Rasanya, ingin aku menerobis gerbang tadi dan beranjak pulang dan menghabiskan waktuku dirumah. Ah, aku ini kenapa sih. Sudahlah. Akhirnya aku mempercepat langkahku untuk masuk kelas.
Seperti biasa, aku duduk bersama nita. Sahabat yang menemaniku 3 tahun lamanya. Dan kini, kami sudah akan melaksanakan ujian nasional. Tak terasa, kini aku akan berpisah lagi dengannya. Dan itu juga artinya..... "ca?" suara itu membuyarkan lamunanku. "eh apa nit?" ucapku. "lo tuh kenapa sih ca, kerjaannya tuh bengong bengong dan bengong. aneh banget tauga. cepet kerjain tuh soal matematika, nanti lo kena marah lagi" cerocos nita. akupun mengerjakan soal matematika. tapi tetap saja pikiranku melayang entah kemana.
Aku masih kepikiran soal tadi, jika sebentar lagi aku akan ujian nasional.. itu juga berarti aku akan.... berpisah dengan fino. entah dimana dia akan melajutkan sekolahnya. entah dikota apa dia akan kuliah. entah di universitas apa dia akan sekolah. aaaaaaaaa ini kan baru 2 hari pacaran. kenapa aku udah sayang banget? aku gamau kehilangan fino. Tak terbayang jika aku bertemu seorang laki-laki yang lebih baik dari fino. begitupun sebaliknya. Semua pertanyaan ini membuatku pusing. Aku harus berbuat apa. Aku mencintai fino. Apakah rasa cinta fino padaku sama besarnya? entahlah.....
Hari ini harus ketemu fino. Harus.
Bel pun berbunyi. Aku segera pamit pada nita dan berjalan menuju jembatan sekolah kami. Ya, sekolah kami memang mengikuti gaya italia. Ada rialto bridge dan sungai dibawahnya. Sekolah kami juga mempunyai beberapa gondola. siapapun boleh meminjam gondola untuk sekedar bersantai. 15 menit aku berdiri disini. Tak ada tanda-tanda fino. Aku tanyakan pada semua orang yang lewat. Tetapi mereka bilang tidak tahu. Ku ambil ponselku dari dalam tasku. Aku mencoba menelfon fino. Dan kali ini diangkat.
"halo?"
"halo"
"kamu dimana fin?"
"aku di aula, tunggu sebentar ya"
"aku di jembatan, kesini dulu dong. bentar aja"
"aku mau kesana ko sayang"
Tak lama kemudian fino sudah berada disampingku. Tak terasa pula sekolah sudah sepi. "ini mendukung sekali" batinku. "em, maaf banget aku nyuruh kamu kesini. aku ganggu ga?" ucapku selembut mungkin. "ca, kapanpun kamu butuh, aku pasti bakal dateng. Kamu gapernah ganggu aku dan gaakan pernah ganggu aku ca. Karena kamu tau aku sayang sama kamu. Aku gamau kehilangan kamu. Aku bakal ada disamping kamu ca. Kapanpun. Dimanapun. Gabakalan ada yang berani ganggu kamu lagi ca." Sebuah kecupan mendarat di keningku. Fino memelukku. "Fin, lo tuh terlalu baik buat gue. Gue takut, pada akhirnya lo nyesel sama gue. gue takut fin, gue takut." batinku. Tak sengaja, setetes air kecil membasahi pipiku.
To be continued......
Jumat, 04 Mei 2012
:-)
"Aku hanya bisa tersenyum saat kamu pergi meninggalkan aku dan tak kembali lagi. Tapi entah kenapa, setetes air mengalir dipipiku begitu saja. Menghempaskan segala kesakitan yang menyerang hatiku. Mungkin aku sudah gila ketika menuliskan ini. Ya, aku gila tanpamu."
Ditulis ketika otak berpusat padamu.
Langganan:
Postingan (Atom)