Aku memaksakan bangun dari tempat tidurku dan beranjak pergi ke sekolah. Melangkahkan kaki ini secepat mungkin. 15 menit lagi bel akan berbunyi. Jika aku terlambat, aku bisa diomeli oleh guru bp yang kesal karena sudah ke 3x nya aku terlambat. Mungkin dia kesal menuliskan namaku terus. Habis mau bagaimana lagi?. Aku melangkah dengan cepat. Tak terkontrol bunyi jantung yang berdetak kelelahan. Tak ku hiraukan orang orang di sekellilngku. "Ah, akhirnya sebentar lagi sampai" batinku. Kakiku kelelahan. Keringat pun menetes disegala arah.
Akhirnya, aku masuk gerbang dengan waktu yang tepat. Setelah beberapa meter dari gerbang, aku mulai berjalan dengan santai. Walau sebenarnya guru-guru sudah memerintahkan aku agar cepat masuk kelas. Tapi.... entah mengapa, aku tidak bersemangat hari ini. Rasanya, ingin aku menerobis gerbang tadi dan beranjak pulang dan menghabiskan waktuku dirumah. Ah, aku ini kenapa sih. Sudahlah. Akhirnya aku mempercepat langkahku untuk masuk kelas.
Seperti biasa, aku duduk bersama nita. Sahabat yang menemaniku 3 tahun lamanya. Dan kini, kami sudah akan melaksanakan ujian nasional. Tak terasa, kini aku akan berpisah lagi dengannya. Dan itu juga artinya..... "ca?" suara itu membuyarkan lamunanku. "eh apa nit?" ucapku. "lo tuh kenapa sih ca, kerjaannya tuh bengong bengong dan bengong. aneh banget tauga. cepet kerjain tuh soal matematika, nanti lo kena marah lagi" cerocos nita. akupun mengerjakan soal matematika. tapi tetap saja pikiranku melayang entah kemana.
Aku masih kepikiran soal tadi, jika sebentar lagi aku akan ujian nasional.. itu juga berarti aku akan.... berpisah dengan fino. entah dimana dia akan melajutkan sekolahnya. entah dikota apa dia akan kuliah. entah di universitas apa dia akan sekolah. aaaaaaaaa ini kan baru 2 hari pacaran. kenapa aku udah sayang banget? aku gamau kehilangan fino. Tak terbayang jika aku bertemu seorang laki-laki yang lebih baik dari fino. begitupun sebaliknya. Semua pertanyaan ini membuatku pusing. Aku harus berbuat apa. Aku mencintai fino. Apakah rasa cinta fino padaku sama besarnya? entahlah.....
Hari ini harus ketemu fino. Harus.
Bel pun berbunyi. Aku segera pamit pada nita dan berjalan menuju jembatan sekolah kami. Ya, sekolah kami memang mengikuti gaya italia. Ada rialto bridge dan sungai dibawahnya. Sekolah kami juga mempunyai beberapa gondola. siapapun boleh meminjam gondola untuk sekedar bersantai. 15 menit aku berdiri disini. Tak ada tanda-tanda fino. Aku tanyakan pada semua orang yang lewat. Tetapi mereka bilang tidak tahu. Ku ambil ponselku dari dalam tasku. Aku mencoba menelfon fino. Dan kali ini diangkat.
"halo?"
"halo"
"kamu dimana fin?"
"aku di aula, tunggu sebentar ya"
"aku di jembatan, kesini dulu dong. bentar aja"
"aku mau kesana ko sayang"
Tak lama kemudian fino sudah berada disampingku. Tak terasa pula sekolah sudah sepi. "ini mendukung sekali" batinku. "em, maaf banget aku nyuruh kamu kesini. aku ganggu ga?" ucapku selembut mungkin. "ca, kapanpun kamu butuh, aku pasti bakal dateng. Kamu gapernah ganggu aku dan gaakan pernah ganggu aku ca. Karena kamu tau aku sayang sama kamu. Aku gamau kehilangan kamu. Aku bakal ada disamping kamu ca. Kapanpun. Dimanapun. Gabakalan ada yang berani ganggu kamu lagi ca." Sebuah kecupan mendarat di keningku. Fino memelukku. "Fin, lo tuh terlalu baik buat gue. Gue takut, pada akhirnya lo nyesel sama gue. gue takut fin, gue takut." batinku. Tak sengaja, setetes air kecil membasahi pipiku.
To be continued......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar