"Salah aku apa sih fin? sampe sebegininya perlakuan kamu ke aku."
Aku berhenti tepat dimana 11 bulan yang lalu seseorang menembakku.
Aku berhenti tepat dimana 11 bulan yang lalu aku mendapat surprise dari sahabatku, juga dia.
Aku berhenti tepat dimana 11 buan yang lalu usiaku menginjak 17 tahun.
Aku berhenti dalam keadaan menangis, mataku sembab, aku tak kuat membendung air mata ini.
"fin... kamu tega banget sama risya" ucapku lirih.
"Salah aku apa sih fin? sampe sebegininya perlakuan kamu ke aku?!" sambil terus menangis, kutatap langit sore itu.
"apa ini terakhir kali risya nangis untuk kamu?" langit tiba tiba mendung, hujan pun turun.
"risya tuh cape! gaada yang bisa ngertiin risya!"
"lo pembohong nit! lo juga fin!"
"tapi aku gakpernah bohongin kamu ca!" seseorang berteriak
aku berbalik, dia fino. fino mengguncang guncangkan tubuhku.
"kamu harus percaya sama aku ca! aku gapernah bohongin kamu!" aku terdiam dan menangis.
"aku sayang sama kamu ca" fino memelukku. kulepaskan pelukannya.
"aku tau kamu ga bohong fin, aku tau ini semua bukan kemauan kamu. aku percaya. tapi untuk saat ini, maaf fin. aku mau nenangin diri dulu." ucapku sambil berbalik berjalan,tapi fino mencegahku. dia memegang tanganku
"aku tau ca, kamu terpukul dengan keadaan tadi. tapi tolong ca, jangan ada setetes air mata ngalir di pipi kamu. itu bisa membuat aku ga tenang ca. aku mohon" di menyeka air mataku
"iya fin iya. aku mohon ya jangan ganggu aku" aku pun pergi dengan guyuran air hujan membasahi wajahku.
Enaknya nenangin diri kemana ya? puncak? lembang? yogya? bali? ah kayaknya puncak enak deh tapi yogya juga enak banget kan ada parangtritis. kuputuskan untuk pergi ke puncak. karena keasikan...... seseorang menabrakku....
"aduuuuuh sakit banget tau! siapa sih" ucapku kesal. ketika aku akan bangkit dan marah marah, dia telah mengulurkan tangannya, segera aku menerima tangannya dan berdiri
"kamu ga apa apa kan?" ucap cowo itu
"engga sih cuman sakit dikit aja ko. lagi pula aku yang salah ko. maaf ya" saat ku tatap mata laki laki itu, terasa suatu yang tak asing... sepertinya kami pernah mengenal satu sama lain
"loh kamu kan?" ucapnya
"evan?!"
"risya?!" ucap kami berbarengan
"ko kamu ada disini sih van? bukannya kamu kuliah di australia ya?" ucapku
"iya ca aku emang kuliah disana, tapi aku cuti seminggu buat ngurusin ijazahku yang belum ku ambil'
"ooh gitu. kamu mau kemana sekarang?"
"aku mau pulang. oiya rumah kamu masih yang dulu kan? satu arah dong"
"masih koo. yaudah yu pulang, lagi pula udah maghrib"
"yaudah tunggu apalagi?" evan membukakan pintu mobil untukku
"terimakasih"
"sama sama"
mobil evanpun melaju dengan kecepatan sedang. membuat suasana menjadi dingin. aku menggiggil. hingga tak sadar evan memberikan jaketnya untukku. pikiranku melayang pada fino. "andai aja kamu yang ada di dalam mobil ini fin" batinku. setelah lama diam. akhirnya aku mencairkan suasana
"oiya van, cuti kamu seminggu ini mau dipake kemana ?"
"semua sih udah beres. ada sisa 5 hari nih. enaknya kemana ya?"
"kemana aja sih enak van, namanya juga liburan."
"kalau aku sih inginnya puncak ca, nenangin diri dulu disana. kan sejuk tuh"
"loh, aku juga mau kesana ko"
"yaudah gimana kalau kita liburan bareng?"
"boleh sih. em besok aja gimana?"
"oke deh boleh. besok evan jemput jam 6 ya" hingga tak terasa, aku sudah sampai didepan rumahku
"oke deh van, bye sampe ketemu besok"
oh god! aku bakal liburan sama evan! puncak lagi! ini kesempatan aku untuk liburan. biar gausah ditunda tunda lagi. dan evan. aku bakal pergi sama evan! oh god senangnyaaaaa. evan adalah kaka tingkatku. dulu, waktu aku kelas sepuluh, evan kelas sebelas. kami pernah dekat. tapi ternyata, semua perhatian ku itu hanyalah perhatian kakak adik semata. aku kecewa pada evan. tapi entah kenapa, aku masih suka merindukannya dan menyayanginya. oh puncak.. i'm coming! with Evan Rahadian Saputra
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar