"maaaah ko aku pake kebaya gini sih? buat apa?"
"hari ini kan kamu perpisahan sayang, masa kamu lupa?"
aku melihat kalender."iyasih tapi emangnya bener sekarang tanggal 6?"
"iya, dan...." mama mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya, serangkai bunga mawar merah. "happy birthday sayang, i will always love you" mama mengecup pipiku.
"terimakasih mamah, i love you too" kupeluk dengan hangatnya
"udah siap siap aja sebentar lagi kita berangkat, taksi nya udah nunggu tuh"
"oh iya mah nanti risya nyusul"
"jangan kelamaan ya cantik"
"gaakan ko maaah"
mamah pun meninggalkan kamarku.
Benarkah? benarkah hari ini tanggal 6? benarkah hari ini umurku 18 tahun? benarkah? inikah satu tahunku dengan fino? benarkah?
"happy anniversarry fin, i miss you so much"
"risyaaaa, ayo cepet nanti keburu telat loh"
"iya maaaah"
Ballroom hotel wayang sudah dipenuhi oleh teman teman sekolahku. Semuanya begitu terlihat cantik dan tampan. Tapi, aku tak melihat seseorang yang aku cari. Seorang laki-laki tampan. Ya, fino. Kemanakah dia? sering sekali menghilang. Dan tak sadar, MC sudah berbicara bahwa acaranya akan segera dimulai. Kuputuskan untuk menelfon fino. Hebatnya kali ini kangsung diangkat.
"Haiiii yang tersayang dimana kamu?"
"dibelakang kamu cantik"
"hah?" kubalikkan badanku. dan benar saja, sitampan sudah ada tepat di belakangku.
"happy anniversarry ca, i love you. but i must go" itulah yang terucap dari mulutnya
"happy anniversarry too, go? for?"
"for anything about you and me" dia mengecup keningku dan memelukku
"haha that's only joke right?" ucapku sambil berkaca kaca
"that's true ca"
"kamu mau kemana fin? jadi? hubungan kita?"
"maaf ca, aku gabisa. aku gamau ngecewain kamu. jadi, hubungan kita berakhir disini, hari ini tepat disaat kamu ulang tahun. maafin aku"
"kalau ini kemauan kamu, aku turutin ko fin. makasih atas hari hari yang udah kita lewati bersama. makasih atas semuanya." aku menangis, aku tak kuat degan semua ini
"jangan pernah cari aku, jangan pernah hubungin aku, jangan pernah tanya aku kemana, jangan pernah tanya kenapa."
'iya fin, iya" aku menunduk, aku tak tahu harus apa sekarang. dia pergi, entah kemana...
***
aku terbangun.
"ternyata hanya mimpi. mimpi buruk..."
aku hanya terdiam. memikirkan mimpi semalam tadi. apakah semua itu mimpi? atau semua itu akan terjadi di hidupku? entahlah.. aku harap semua ini hnya mimpi, sebatas mimpi.
kuputuskan untuk mandi pagi itu. karena aku akan bergegas pulang. esok adalah tanggal 6 juli. dimana sekolahku mengadakan perpisahan, ulang tahunku, dan satu tahunanku dengan fino. entahlah... aku merindukannya. aku merindukan sosoknya. tinggi, tampan, baik, senyuman manisnya. ah aku ingin segera pulang. melepaskan semua kerinduanku dengannya esok. memeluknya, dan berharap semua itu hanya mimpi. mimpi terburuk yang tak akan pernah hadir dalam kehidupan nyata. seseorang menegtuk pintu kamarku
"ca? udah siap belum? aku tunggu di mobil ya!" dialah evan.
"iya van duluan ajaaa"
"oke"
akhirnya, aku akan pulang. dan berharap.. semua ini hanya mimpi. tak akan pernah datang kedalam hidupku....
to be continued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar