Selasa, 26 Juni 2012

Cinta? (part 8)

Pagi itu jam sudah menunjukkan pukul 6.15. aku yang dari tadi memakai celana pendek, kaos putih dan jaket pink juga kupluk, terus saja mondar mandir di teras rumah. "masa sih evan lupa. ah gamungkin" batinku. kulirik terus kearah jam ditangan kiriku. "6.20, apa evan lupa ya?" dan tak lama kemudian, mobil jazz berwarna biru membunyikan klaksonnya dan seseorang pun turun dari mobil tersebut.
"udah lama nunggu ca?" ucap evan
"engga sih. udah yu keburu macet" ucapku
"mamah kamu mana?"
"maaaaaah" aku berteriak
"apa ca? eh nak evan, jadi ke puncaknya?" ucap mama
"jadi tante, evan pergi dulu ya tan." evan mencium punggung tangan mamaku
"hati-hati ya" ucap mama
"iya daah mamah" aku mencium pipi mama
Dan mobil pun melaju menuju arah puncak.

Suasana di mobil hening. tak ada suara manusia yang keluar. hanya alunan lagu taylor swift lah yang terdengar. aku diam. begitu juga evan. dan kuputuskan untuk berbicara
"van didepan kan ada indomaret tuh, berhenti dulu bentar ya aku mau beli minum"
"didepan? oke"
Dan suasana pun kembali hening. ya tuhan, harus ngomong apalagi biar ga diem terus. alhasil, aku hanya mengeluarkan handphoneku. kuputuskan untuk memainkan akun twitter ku. hingaa tak terasa, mobil evan pun berhenti.
"loh, ko berhenti? mogok?" ucapku
"bukannya tadi kamu bilang mau beli minum ya?" ucap evan heran.
"eh iya aku lupa. tunggu bentar ya van"
aku mengambil dompetku dan turun dari mobil. "aduuuuuuh bego banget ca. kenapa bisa tiba tiba tolol gitu" batinku.

Aku keluar dari indomaret dengan menjinjing beberapa kantung plastik. aku membuka pintu mobil belakang dan menyimpannya.
"udah ca?" ucap evan
"ha? eh udah ko. yu jalan"
"ayooo"
Suasana kembali hening. Kuarahkan pandanganku ke luar jendela. "Aduh kenapa hening lagi sih. beda banget sama fino yang selalu ada topik pembicaraan sama aku. risya kangen fino" batinku. dan suara evan membuyarkan lamunanku
"ca? hallooo. ko ngelamun sih?"
"eh engga ko, aku ngantuk. masih jauh ya?"
"ya lumayan sih"
"oh oke"
Sudah kesekian kalinya aku menguap. Suasana hening dan alunan lagu back to december-taylor swift membuat aku mengantuk. hingga tak sadar, aku sudah terbawa pada alam mimpi.

***
"ca, ca, bangun kita udah sampe nih. masa jauh jauh dari tadi kamu tidur sih." ucap evan
"hoaaaaam. kita duah nyampe?" ucapku sambil menguap
"hooh. yu kita turun"
Kami masuk ke sebuah penginapan. Klasik. cocok untuk menggalaui semuanya. kami mendapatkan kamar bersebelahan. 144 & 145.
"ca nih kunci kamar kamu. kalau kamu ada apa apa telfon aja ya. aku mau istirahat. daaah."
"oke makasih ya van."

Aku masuk ke kamar no 144. dan benar saja dugaanku. kamarnya klasik. tidak begitu mewah dan sangat nyaman. ku rebahkan badanku pada kasur yang ada. "fin, maaf bukan maksud aku selingkuh. aku cuman mau kamu berfikir. maafin aku fin." ucapku dalam hati. dan tak tersadar, sebuah tetesan kecil mendarat di pipiku.

Aku mandi dan bergegas keluar kamar. ku tuliskan pesan singkat pada evan

To: Evaaaan
Van, aku ke taman belakang ya. yang ada danaunya itu loh. byee

message sent success..

ku langkahkan kakiku menuju danau di taman belakang. suasananya indah. tenang. aku duduk menghadap ke danau. dan ku curahkan semuanya. semua kekesalan yang ada pada benakku.
"fin, kamu tega fin..."
"kamu benci sama aku?"
"salah aku tuh apa?"
"aku rela basah kuyup demi kamu"
"salah aku tuh apa sih fin..."
"kalau kamu mau putus, ngomong! gausah kayak gitu caranya"
"aku kecewa fin"
"aku sayang sama kamu" sambil menangis, kulemparkan batu batu yang ada ke danau
"jadi, untuk apa aku nangis?"
"gaada gunanya. haha" terus saja aku menangis. ku rebahkan badanku pada rerumputan hijau di taman sore itu. 
"huh, hidup ini berwarna. sangat berwarna. walau kadang kala, ada sedikit warna kelabu yang datang. merusak suasana saja.


to be continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar